Puisi: Krisis Air

Sitor Situmorang: Sajak, Pembaca dan Penyair

Puisi Ahmad Baequni: Sengaja

Puisi Ahmad Baequni: Seandainya tak ada Nurani

Puisi Ahmad Baequni: Malam Yang Membuatku Terpikat

Puisi Ahmad Baequni: Lukisan Senja

Puisi Ahmad Baequni: Aku Berhak Mencintai

Puisi Ahmad Baequni: Menuju manusia berguna

Puisi Ahmad Baequni: kata dan penyampai kata

Puisi Ahmad Baequni: Istirahatlah diatas Langit

Puisi Ahmad Baequni: Fitrah

Puisi Ahmad Baequni: Aku dan Singa Tua

WS Rendra-sajak sebatang lisong

Wiji Thukul-Ayolah Warsini

Kau


Tiada kata tanpa makna
Tiada kau tanpa cinta
Tiada cinta tanpa makna
Tiada makna tanpa kau

Kau adalah makna tanpa kata
Kau adalah cinta tanpa makna
kau bukanlah kata
kau bukanlah kau
kau adalah cinta

Cinta yang bukan sekedar kata
Cinta yang bukan sekedar makna
Cinta adalah kau
kau adalah cinta

Pandeglang, 25 Maret 2016
21:45 WIB

Diam-diam Mencintaimu



Ada yang sedang diam-diam mencarimu
membaca semua status facebookmu
memperhatikan setiap kata-kata darimu
Menunggu dan berharap dia  ada di situ

Ada yang sedang diam-diam mencari alamat rumahmu
Mengingat-ingat hari lahirmu
Ada yang yang sedang diam-diam melihat-lihat fotomu
Diam-diam tersenyum dan tersipu malu

Ada yang sedang diam-diam memikirkanmu
Ada yang sedang mencuri perhatianmu
Ada yang sedang membuat puisi tentang dirimu
Ada yang sedang diam-diam membuat riwayat hidupmu

Ada yang sedang diam-diam memperhatikanmu
Diam-diam mengejar-ngejar bayanganmu
Diam-diam berubah menjadi dirimu
Ada yang sedang diam-diam  mencintaimu


Di atas Puncak


Kita duduk berdua
Di atas puncak menatap mega
Tapi angin membawa kita ke alam fana
Menyaksikan tangan-tangan yang menekuk kita

Kau tunjukan padaku bagaimana kita bisa melihat
Matamu menceritakan padaku bahaya yang kutempuh
Aku tunjukan pada kau bagaimana kita bersiasat
Tapi pencarianmu melelahkanku

Di atas puncak, diketinggian, menuju cahaya
Kita tidak bisa menemukan siapa yang mengerti kita
Hanya saja kita dapat memahaminya

Matahari-pun bersembunyi di punggung kita
Perlahan masuk ke lereng gunung
di sela-sela pohon menjulang

Kita bersua diatas potongan pohon cemara

Puisi: Peringatan-Wiji Thukul

Puisi: Pada Suatu Pagi Hari

Puisi: Pada Suatu Hari Nanti-sapardi djoko damono

PENGETAHUAN

BERITA TERKINI